GuidePedia

0
Sejarah Jembatan Loji Pekalongan, Jembatan loji merupakan salah satu bangunan cagar budaya di kota pekalongan. Yang dibangun pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda. Jembatan yang membentang diatas sungai Kupang ini diperkirakan dibangun mulai tahun 1908. Sarana penyeberangan sepanjang 90 meter ini terletak di depan bekas benteng VOC, yang merupakan kantor niaga pemerintahan kolonial belanda, dan pasar loji. Awalnya Jembatan masih terbuat dari kayu, tetapi seiring perubahan jaman tampilanya pun berubah.




Ada yang menarik dari pembangunan jembatan loji ini, sebagaimana yang diceritakan Haji abdul Syukur (70tahun) warga kelurahan klego Pekalongan timur. menurut keterangan dari kakeknya yang bernama Haji Anwar, pada saat dimulai pembangunannya pada tahun 1880, saat hendak mengecor pondasi jembatan, insinyur proyek asal belanda sempat mengalami kesulitan, karena seluruh adonan semen terbawa arus sungai.



Kemudian salah seorang kuli bangunan (warga pekalongan, yang tidak diketahui identitasnya) mengusulkan kepada insinyur belanda tersebut agar campuran semen untuk mengecor tiang penyangga dicampur dengan tepung kanji (pati). Dan ternyata hasilnya sungguh diluar dugaan, yang larut dalam air hanya kanjinya. Sedangkan semen tetap bisa menempel tidak terbawa arus. Atas keberhasilan ini, oleh residen pekalongan pada saat itu, kuli bangunan tersebut diberi penghargaan.


Pada masa awal pembangunanya, keberadaan jembatan ini sangat vital. Baik untuk kepentingan masyarakat maupun pemerintah belanda yang sedang melebarkan sayap jajahannya ke pedalaman pekalongan.

Sekitar tahun 1950 an setelah indonesia merdeka, jembatan ini dipertahankan dan menjadi penghubung antara pesisir pekalongan dan daerah pedalaman karena jembatan ini satu-satunya jalan yang dapat memperpendek jarak tempuh.

Posting Komentar

 
Top